Pengalaman Belajar dan Networking dengan APGFWN
Nah kali ini akunya pengen mendokumentasikan dan membagikan pengalaman saat mengikuti Training South East Asia & Pacific Gender Equity Training yang diadakan oleh Asia Pacific Greens Federation Women’s Network (ACGFWN), sejenis federasi kumpulan para organisasi dan partai HIJAU Asia Pasifik yang concern pada isu gender.
Seneng banget donk. Soalnya bisa ikut training gender level Internasional ginian. Selain nambah skill dan pengetahuan, yang uda pasti juga nambah jaringan Green’s Woman seAsia Pasifik paling ga.
Kalo soal concern ke isu gender, uda lama banget akunya. Tapi selama ini kan cuma di isu sosial politik doank. Tapi sejak pacaran dengan seseorang yang concern banget sama isu green (lingkungan, ekologi) yang juga ngajarin aku pondasi pengetahuan tentang ecofeminism, aku setidaknya jadi terbiasa dengan isu ini and well joining untuk berbagai kesempatan menyangkut isu ini.
Challenging banget sih ikut training ini, English full kan yak. Mana English ku masi patah-patah wkwk.. Ya tapi bisa jadi ajang exercise dan ngelatih mental banget sih. Soalnya para pembicara dan pesertanya juga orang Asia Pasific yang english nya juga biasa-biasa aja, kan kita pada bukan native.
Ini nih agendanya:
Selain adanya pemberian materi dan diskusi umum oleh narsum tertentu, trainingnya juga membuat lumayan banyak penugasan dan diskusi kelompok dimana para peserta sangat diminta untuk menganalisa permasalahan yang diajukan dalam penugasan dan menyampaikan pendapat, bahkan secara bergantian mempresentasikan hasil diskusi di kelompok yang lebih besar. Aku tuh padahal rencana ikutnya mau santai doank kayak pelatihan yang lain, rupanya ga bisa wkwkwk..
Tapi ya metode training yang efektif emang gitu kan yaa.. Narsum cuma bahas isu secara umum. Tapi untuk detail, strategi breakdown point dan action plan nya ya diminta dipikirin dan diskusiin sama pesertanya. Selain agar training nya menghasilkan output kongkrit yang bisa dibawa pulang ke tempat masing-masing untuk difollow up, peserta juga jadi bisa saling membagikan pengetahuan dan pengalamannya yang berbeda dari setiap negara dan wilayah. Dan ini yang buat training internasional seperti ini jadi seru kan. Mendengarkan cerita dan perspektif para teman-teman dari India, New Zealand, pulau Solomon, Papua New Guinea dan berbagai pulau di area lautan Pasifik.
Panitia
juga sampai menyediakan Action Plan Form, dimana kita diminta untuk mengisi
List Key Learning Point, List Key Strategy / Activity, Follow up Action – What Will
You Take Back to Where You Live, untuk setiap sesinya. Niat banget kan yak.
Walau sebagai peserta aku jadi merasa ga bisa males-malesan, tapi bagi
penyelenggara ini jadi set acara yang penting banget kan. Mereka jadi punya
cara untuk mastiin bahwa setiap peserta ikut aktif dengan serius mempelajari
pengetahuan apa yang disampaikan dan memastikan action plan apa yang akan kita
lakukan, ga asal ikut apa lagi akun zoomnya ikut tapi pesertanya tidur haha..
Di berbagai workshop dan training lain, panitianya bodo amat kan dengan hal
ginian. Jikapun mereka pengen mastiin peserta juga ga asal ikut, tapi ga tau
juga gimana cara mastiinnya secara kongkrit wkwk..Pengetahuan penting yang bisa di apply kalau besok-besok bakal menggelar training dan workshop juga nih, hehe..
Nah, di sesi ini nih aku kena bagian aktif banget bicara dan bahkan diminta presentasi mewakili kelompok. Waktu itu kelompok akunya kena diskusi submateri berupa: Women in key position- roles and how to support. Sebelumnya aku juga banyak bicara di sesi submateri: Safe meeting procedures for women.
Secara ga langsung dua materi ini terhubung sih. Di submateri Safe meeting procedures for women aku bicara soal, kalau mau perempuan punya kesempatan lebih banyak dan lebih aman untuk bicara ya partai atau organisasi harus membuat aturan dan kebijakan yang memberikan kesempatan dan membuat perempuan merasa aman untuk bicara dan berpartisipasi. Perempuan di internal organ dan partai juga harus di empower biar mereka tau mereka berhak (bahkan harus) bicara dan berpartisipasi, bahkan ikut mengambil keputusan terutama yang menyangkut hidup dan kepentingan mereka. Nah, selain di internal lembaga, perempuan kan juga harus safe nih di public and society nya. Ya, partai juga harus punya agenda serius juga kan untuk mengedukasi dan mengubah kultur masyarakat yang patriarkal. Kalau ga, perempuan jangankan bisa bicara dan berpartisipasi, mereka bicara dan berpartisipasi malah dianggap sebagai dosa besar yang akan dapat hukuman berat bahkan dari keluarga dan kerabat sendiri. Dan perempuan harus dilatih secara mental terutama (selain diberdayakan secara pengetahuan dan skill pastinya) agar perempuan jangan sampai merasa tidak aman saat bicara dan berpartisipasi akibat berbagai kecemasan dan ketakutan yang sudah ditanamkan sejak dulu oleh budaya patriarki ini.
So, di bagian Women in key position- roles and how to support, ya akunya bilang perempuan ya harusnya bisa dan harus mengisi posisi internal dan publik apa aja, sex doesn't define position and capacity kan ya. Perempuan harusnya bisa mengambil sebanyak mungkin posisi penting di dalam lembaga, terutama posisi decision maker, agar perempuan bisa membuat kebijakan, membuat anggaran dan berbagai hal fundamental lainnya yang responsive gender di lembaga. Nah, walau perempuan sebenarnya harusnya bisa mengisi posisi apa saja, tapi dalam pendapat ku pribadi saat itu, mungkin ada beberapa key position lainnya yang bisa diambil oleh perempuan di dalam lembaga seperti: ORGANIZER – agar perempuan bisa mengumpulkan kekuatan lewat mengorganisir perempuan di akar rumput dan mengorganisir jaringan sebanyak mungkin sehingga saat dia bicara dia bisa mewakili kekuatan yang cukup besar; EDUCATOR – mengingat dampak patriarki membuat perempuan tidak bisa memiliki akses pendidikan dan pengetahuan secara layak dan akhirnya menghambat keterlibatan perempuan; CAMPAIGNER – posisi ini jadi penting sekali karena dengan posisi sebagai campaigner perempuan jadi bisa memiliki peluang lebih besar untuk mengedukasi publik, melakukan penyebaran ide dan kepentingan di berbagai meeting dan media massa.
Training nya seru. Makaci APGFWN... :)




.jpeg)



Komentar
Posting Komentar