Dream Comes True: Menjadi Pelaksana Program di Komnas Perempuan

 

Beberapa teman mempertanyakan, kenapa aku ga menulis (kinda essay opini atau pemikiran). Iya sih, karena sekarang lebih sering bicara (by podcast atau as speaker) dan lebih sering menuliskan kerja-kerja. Mungkin emang lagi ada di fase ini wkwkwk..

Seperti sekarang, ingin menuliskan berbagai hal terkait pengalaman ku menjadi bagian di Komnas Perempuan. 

Aku berposisi sebagai pelaksana program di Tim Perempuan Pekerja. Ada kebahagiaan ganda, dimana kesenanganku as marxist dan as feminist diakomodir sekaligus dalam posisi dan lembaga ini.

Yang menjadi isu utama di divisi kerja ku, selain menyangkut pemenuhan hak dan perlindungan perempuan pekerja secara umum se Indonesia, juga ada isu-isu spesifik terutama untuk jenis pekerja yang jangankan tereksploitasi, tapi bahkan tidak diakui sebagai pekerja seperti PRT, Pekerja Rumahan, juga yang mengalami eksploitasi ekstrem seperti pekerja migran, yang juga mengarahkan divisi ini juga concern pada perempuan terpidana mati.

Belakangan, salah satu aktivitas yang sering dilakukan oleh divisi ini adalah turun pemantauan ke berbagai wilayah, untuk melakukan pemantauan dan advokasi terkait isu perlindungan perempuan pekerja, pekerja rumahan, hak maternitas dan isu perempuan terpidana mati. Dalam sekali turun pemantauan, kami melakukan pemantauan ke pekerja rumahan, industri padat karya, padat modal dan informal, serta ke lapas-lapas. 

Tapi kegiatan pemantauan ini lumayan kompleks. Bukan hanya datang untuk melakukan pemantauan dan dialog ke lembaga, instansi dan komunitas sasaran, namun juga melakukan dialog ke instansi tertentu untuk advokasi seperti dinas-dinas terkait, Kanwil Kemenkumham, Lapas dan jajarannya, DPRD, pemerintah provinsi dan pemerintah kota. Juga melakukan konsolidasi organisasi masyarakat sipil untuk isu yang bersangkutan. Juga melakukan kampanye terhadap agenda yang dilakukan. Semua dilakukan di satu rangkaian.

Saya pribadi belajar banyak sekali hal. Sangat menantang. Namun juga sangat menyenangkan. Makasyi Komnas Perempuan, uda memberi ruang 'meneror' berbagai pihak untuk memenuhi hak dan perlindungan terhadap perempuan, terutama perempuan pekerja...

















Komentar

Postingan Populer