Tan (22) !

 


 

Gelas kaca itu penuh dengan kepalan asap dan serbuk kayu di sekelilingnya
Lintingan ganja dipenuhi penertawaan akan kebebasan hidup yang mulai longgar kian pahit selangkah
Aroma daun mint yang menyesap hingga ke paru paru membuat orang orang tau bahwa mereka harus berkompromi dengan petikan gitar yang tak sama lantunanan nya ketika mereka muda dulu
Penuh dengan ambisi yang mereka kira dapat mereka jadikan akad hingga tutup usia
Serupa pelapukan kayu yang mereka tutupi oleh lumut di sekitar tanah tempat mereka terbahak-bahak tak terlihat karena mereka lupa bahwa tubuh bisa lapuk dan spirit sulit membaharu

Tapi sayang,
Aku tak ingin kita hidup dengan sepahit-pahit pembenaran bahwa manusia bisa tua, mati bahkan bunuh diri
Dibunuh oleh kegagalan sendiri karena bangkrut meluruhkan indoktrinasi yang dipuji serupa doa dalam kitab-kitab suci
Atau alkohol yang kita teguk dan botolnya kita pecahkan di samping reruntuhan sumur tua lalu kita benam dalam memori, pun mulai jadi pertanyaan ketika usia tak lagi sama
Apakah ini hanya hura-hura atau gagal bahagia
Apakah ini letupan sementara atau molotov yang baranya kekal dalam nyawa kita

Asap itu kian menghitam
Dan sampah tetap saja berserakan di sekitarnya
Mobil rongsok dan rumah kosong itu tetap jadi hiasan
Pula saksi sejarah pahit bahwa kadang kemerdekaan manusia kehabisan bahan bakar

Sedangkan aku,
ikut menertawakan
Sambil menunggu kebebasan yang pernah kau janjikan 🙂 




(I luv you with all of our spirit of freedom, Tan!)

Komentar

Postingan Populer