Tan ! (18)

 

 

Tan, aku tengah dihimpit malam yang lepuh oleh angin pantai
Kala sepasang burung camar dihentak ombak dan menggulung mereka dalam kepalan gerhana
Malam itu air penuh pasang
Pasirnya menggores lantunan bahwa dingin menginginkanku mendekap kau

Badai datang malam itu saat aku terlelap dalam hingar bingar seteguk bir yang mereka suguhkan
Tapi mataku menyesap perih karena dipaksa masuk dalam konstanta memori dengan kau kala itu
Entah aku berpijak di bumi yang mana
Pantai dan laut yang ku renggut atau gunung saat kita berpeluh?
Dan aku tengah membersamai siapa?
Komplotan manusia yang tertangkap indra atau kau yang mengambil alih kesadaran dan lumpuhkan penglihatan?

Bilangan hari ku tumpuk lewat jaring penangkap terhampar hingga ke pelosok rawa rawa dan hutan tempat ku bersinggah
Ranting yang ditenggelamkan lewat kapal kapal imajiner sejauh mata memandang juga ikut musnah
Air ikut menjernih membentuk hulu meresap lewat karang dan akhirnya merontokkan pelanggahan
Malam itu bulan tak condong di atas kepala ku
Api unggun tersiram dahan yang meronta hingga padam
Juga kabut yang merendah hingga ke atas atap tenda
Tapi hadirmu nyaris ku raba kala terpejam
Gila, kenyataan ku terdistorsi sedemikian ini..

 

Selamat Tahun Baru, cinta..

Komentar

Postingan Populer