Tan ! (19)
Tan, aku pernah menakar janji mengembalikan mu pada semesta
Dan aku ingkar
Saat aku mengetuk pintu,
Hitam membayang pada serentetan tututan ambigu
Terhitung jejak kaki yang menapak dalam kerangka waktu yang tak bisa ku sampuh
Tan..
Aku tak bisa mengembalikan mu pada siapapun dan apapun lagi
Bahkan jikapun tumitku patah, sekarat dan berkarat menujumu
Akan ku cari perban baja pembalut rongga-rongga dalam tirisan batu batu alam
Bahkan..
Kelak tanganku ikut remuk dan penyangga yang ku punya penuh onak
Sungguh, aku akan tetap merangkak dan tak akan pernah mengembalikanmu pada siapapun dan apapun lagi
Perampasan yang berlangsung sepanjang hidup
Akan ku minta kau sebagai penebusan yang tak pernah cukup
Lerai oleh sangka langit dan tarung yang akan ku abadikan sebagai penanda
Aku tak rela berkompromi atas kekalahan
Kelak musuh ku bukan lagi diri sendiri yang acapkali lalai
Tapi ketakutan yang ku tabung sendiri di bawah jerjak besi tempat ku bersandar


Komentar
Posting Komentar