Tan ! (12)

 




Mengapa sentuh mu kau buat begitu mahal, Tan?
Saat ku kabarkan pada angin yang melewati ruang teras bersisian ilalang
Kau katakan jangan datang
Seolah 'tiba' adalah racun paling menghantui
Padahal rindu ku tlah serupa tanah tandus

Kau buat harga dirimu lebih kristal dari setumpuk air mata yang tlah ku tampung menjadi endapan dalam kutukan
Seolah romansa kita seremah skandal picisan yang masih menghitung nominal yang diangungkan manusia sebagai pondasi maya
Kau hitung aku dalam aksara yang telah susah payah ku hancurkan lewat teriakan yang memotong lidahku lebih kesat dari besi-besi panas
Entah demi apa kau meragui aku

Tapi aku perempuan alpha, Tan
Menyerah adalah musuh yang tak akan pernah ku pedomani
Nanti, hingga saat bongkahan es di dasar batinku goncang dan meledak keluar memecah tebing-tebing yang kau bangun
Kau akan lihat aku berdiri tepat di hadapan mu
Menyeruput semua ego
Memporak-poranda segala racun budaya
Bahwa kau harus digdaya dalam segala




Komentar

Postingan Populer