Tan ! (8)



Jika aku masuk ke belantara
Mungkin kau akan bersembunyi di balik semak-semak
Memastikan aku tak akan pernah menemukanmu dalam keadaan paling suram
Senyap paling padam sepanjang sejarah penaklukan yang pernah ku kobar
Dan obor paling terang akan gagal menemukan mu

Serigala memang tak mengaum seperti singa
Tak menyalak bising seperti anjing
Namun kadang ia penuh luka dan cuma aku yang punyai perbannya

Untuk kata yang berseliweran di semesta pikir dan batinmu
Juga setumpuk diam yang kau tabung dari tahun ke tahun
Dalam karung-karung pasir yang kemudian hilang dibawa timbunan amarah yang kau sendiri tak mau raba
Juga mata air yang tak pernah mau kau percikkan ke muka mu sendiri karena seolah dunia ini adalah lorong gelap dan aksara bisu yang tak akan pernah bisa mencapai mu

Jika aku pun tak bisa jadi penawar luka mu, lantas kau mau kemana?
Aku sudah mempersenjatai diri dengan seluruh kemampuan mendekap kau dalam keadaan paling gamang
Bahkan jika aku pun penuh luka, lantas kau mau kemana?
Bukankah tuhan belum menciptakan  makhluk lain yang lebih paham jenis mu sepadan aku?


Kau tau aku tak kemana-mana,
Mengapit jiwa mu paling dekat lebih dari urat nadi ku
Biar saja aku yang peluk kau paling erat, Tan!


Komentar

Postingan Populer