Tan ! (7)




 

Petang tadi, aku melihat anak kecil memintal mimpi di petak sawah tempat mereka menanak penghidupan yang disodorkan penuh basa basi
Karena seperti kau cerca bahwa isi batok kepala mereka tlah diganti oleh imaginasi palsu tentang peradaban semu
Seolah kita tak butuh lagi tanah, air, udara, dan dukungan semesta

Tapi sayang, lantas bagaimana dengan mereka yang tanahnya tlah dirampas oleh serdadu dan mesin-mesin penggilas
Lantas bagaimana dengan mereka yang bahkan tak bertuan lagi atas basis produksi seperti yang kita punya
Bagaimana kita membisik ketahanan segala pangan saat besok mereka harus berada di balik jeruji atau bahkan mati sekedar demi perjuangan sepetak tanah untuk tempat mengubur diri setelahnya?

Namun kita juga hilang akal kala mereka yang takluk pada nafsu serakah
Atau yang rela miskin saat isi bumi tumpah ruah
Dan yang mereka mampu hanya menghujat para bedebah seolah hidup tak bukan pilihan
Seolah perlawanan hanya tentang konfontrasi, lupa pada tanah dan benih untuk disemai, sebaik-baik cara


Ah, sayang, lupakan saja mereka
Kau bilang, terlalu lelah menjengkal dunia
Commune kita kelak tak kan kurang dari kau dan aku




Selamat Hari Tani, Kang Kebon ku.. 😘



Komentar

Postingan Populer