Tan ! (6)
Tan, aku membutuhkan teman untuk membolak balik lembaran buku,
yang pinggirannya mulai usang dan sampulnya mulai jadi debu
Karena kenyataan yang dimuat olehnya mulai melepuh oleh lapuknya kerakusan dan kebodohan manusia sepenuh lacur
Dan aku sungguh butuh teman untuk berdebat, sayang..
tentang dunia yang mungkin sebentar lagi akan roboh
Dan penghuninya tetap kenyang dengan sumpah serapah dan kesombongan akan peta jalan yang mereka kubur sendiri dalam comberan
Juga teriakan perlawanan disertai kenaifan tentang tatanan baru yang isinya hanya spekulasi di gua-gua kosong
Juga kebohongan para bedebah yang mencoba mencongkel mata kita meletup menjadi percikan-percikan ketakutan dari mimpi semalam
Bagai kecoa yang disiram air panas lalu terjungkat mati oleh tubuhnya sendiri
Dan kita, tengah berpijak dimana, sayang?
Bisakah kita bangun hunian yang tumpah oleh pijakan kaki kita sendiri?
Bukankah kau pelengkapku paling sempurna karena kita tak pernah tunduk sambil menyesak tulang penyangga tubuh kita dengan penutup wajah rapuh penuh rayap untuk pura-pura 'hidup'?
Bukankah aku pelengkapmu paling sempurna karena aku mencintaimu bak daya lenting serigala kala memburu mangsa?
Biarlah dunia kacau, dunia kita tlah ku simpan di balik lemari, sayang..



Komentar
Posting Komentar