Pembelajaran Sosial Politik Kritis ala SATIRE

 

 


 
Artikel of The Week untuk pembelajaran Sosiologi Kritis kali ini bersumber dari Mojok.co (Sedikit Nakal, Banyak Akal). 
 
Kami tengah mempelajari materi Konflik Sosial menggunakan model pembeljaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Compotition), dimana saya menyediakan sebuah artikel yang berisi informasi mengenai realitas Konflik Sosial yang terjadi di masyarakat dan sudut pandang kritis serta reflektif menyangkut hl tersebut, lalu siswa melkaukan analisa dan sintesa untuk kemudian di presentasikan secara lisan.
 
Saya mengambil artikel mojok karena juga ingin memperkenalkan gaya tulisan bernuansa satire ke para siswa untuk mengekspresikan ide, kritik, emosi dan apapun menyangkut sosial politik. Biar jangan 'serius' terus. Biar mereka tau, gaya kepenulisan itu uda berkembang (atau justru kembali ke asal mula sebelum bahasa dipolitisasi. Mereka harus tau bahwa mengolah dan menuliskan tulisan kritis menyangkut sosial-politik tidak melulu harus dengan cara dan gaya yang kaku, membosankan dan formal ala-ala essai formal, jurnal, makalah, dsb. Namun juga bisa dengan cara satire, jenaka, menghibur, dan renyah saat dikunyah.  🙂 




Saya sudah mencoba memperkenalkn gaya Satire ini di pelajaran Kewarganegaraan. Ada versi gaya satir temen-temen mojok dan gaya temeunak lokal ala bang Azhari Aiyub. Seperti pada materi Ancaman terhadap Integrasi Nasional yang berbau-bau Bela Negara gitu. Ngeledekin negara emang ga perlu serius-serius amat.

Penugasan pendapat tertulis atas gagasan-gagasan tulisan ini akhirnya saya persilahkan dengan gaya yang ga perlu serius-serius amat. Kebobrokan negara ini kita lucu-lucuin aja, Nak! 😆







Komentar

Postingan Populer