ROLE PLAYING: Sistem Pemerintahan PROGRESIF
Kali ini kami belajar tentang sistem pemerintahan. Dan saya menemukan, tak mudah menjelaskan bagaimana bekerjanya sistem dan lembaga pemerintahan jika hanya melalui penyampaian materi.
Akhirnya saya mengajak siswa melakukan Role Playing menjadi lembaga-lembaga pemerintah dan rakyat yang menyusun anggaran dan kebijakan untuk masalah rakyat sesuai realitas. Isu dan masalah rakyat di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, pertanian dan kelautan, dsb dibahas sesuai dengan tupoksi masing-masing Komisi di DPR dan Kementrian sesuai dengan arahan pimpinan lembaga.
Mereka memerankan dengan lucu. Namun mereka juga cerdas. Beberapa orang siswa cukup paham, dengan jumlah anggaran tertentu harusnya pemerintah dapat menyusun kebijakan dan program progresif untuk masalah rakyat.
Sang Presiden bahkan membuat kebijakan, setiap perusahaan besar diwajibkan memberikan sedikitnya 20 % keuntungannya untuk membayar hutang luar negeri. Sehingga ketika ada siswa yang protes karena subsidi pembelajaan sosial terlalu tinggi sedangkan hutang luar negeri juga tinggi, Presiden menyatakan dengan tegas,
"Subsidi untuk pembelanjaan sosial rakyat ga bole diganggu gugat, soal bayar hutang kita ambil dari keuntungan perusahaan-perusahaan. Tenang!" dengan wajah percaya dirinya.
Lucunya, di lembaga Legislatif, ada siswa yang memerankan watak anggota dewan dengan baik, saat semua komisi bekerja ia malah: TIDUR.
Saya sengaja tak membangunkannya, sebagai contoh bagi yang lain dan agar benar-benar sesuai dengan realitas
Anggota DPR yang lain ketika memaparkan kebijakan di bidang pendidikan, saat rapat bersama dengan lembaga lain dan menghadirkan rakyat, mendapat banyak protes dan serangan karena kebijakan dan anggaran nya tidak proporsional. Siswa tersebut lalu menyampaikan dengan setengah menangis, "Bu saya ga mau jadi anggota dewan kalo begini
"
Pada saat yang lain, saat para Menteri bertanya bagaimana mengatasi masalah sosial tertentu, sang Presiden menjawab, "Koruptor, pemerkosa, pedofil, semuuaa, hukum mati".
Saya lantas menanggapi, "Nak, itu kebijakan untuk mengatasi masalah sosial atau untuk mengatasi masalah kepadatan penduduk?"
Duh, semoga moral kalian terus terjaga nak..






Komentar
Posting Komentar