SAKTI : Satu Lompatan Baru
Salah satu pengalaman penting dalam hidup aku yaitu bisa mendapat kesempatan untuk terpilih dan mengikuti Sekolah Anti Korupsi (SAKTI) Guru nya Indonesia Corruption Watch (ICW). Aku mendapatkan informasi tentang agenda ini dari Maharadi, seorang teman yang sebelumnya sudah duluan mengikuti SAKTI pemuda dan salah satu jejaringnya ICW di aceh—tepatnya di Takengon, karena pada saat itu Maharadi sendiri memimpin sebuah lembaga antikorupsi bernama JANGKO.
Aku sih awalnya ga begitu tertarik karena aku bukan orang yang selama ini concern dengan isu antikorupsi dan justru ‘berseteru’ dengan pengetahuan antikorupsi yang selama ini menjamur. Tapi apa yang kemudian membuat aku antusias, yakni pendidikan meyangkut antikorupsinya akan dibedah dengan sudut pandang PENDIDIKAN KRITIS. Kalian tau, pendidikan kritis itu adalah isu concern utama ku kan hehe. Jadi sejujurnya, lewat kegiatan ini aku pengennya itumemperdalam pengetahuan Pendidikan Kritis, mendapat jejaring baru dilevel nasional soal Pendidikan Kritis (jarang banget nemu soalnya), selain ada rasa penasaran juga sih, emang gimana cara pendidikan kritis melihat kejahatan korupsi ini.
Ada beberapa fase seleksi yang harus diikuti untuk bisa terpilih sebagai peserta kegiatan ini. Aku bisa dengan mudah melewati seleksi administrasi. Tapi seleksi terberat yang harus dilalui oleh 50an peserta selanjutnya adalah melewati seleksi penuh batu dan duri si Akademi Antikorupsi nya ICW. Kami diwajibkan mengikuti kuliah Akademi Antikorupsi Pedagogi Kritisnya ICW (baidewey aku ngerasa ICW keren banget sih karena punya platform kuliah online ini, karena ada banyak banget jenis kuliah mengenai antikorupsi yang disediakan di sini dan diakses bebas oleh publik). Kuliah akademi yang untuk guru sendiri ada sebanyak 8 modul matakuliah yang harus kami selesaikan. Di setiap modul ada materi mendalam yang harus dipelajari, lewat video oleh para pakar dan text, serta ada 3 jenis evaluasi yang harus dituntaskan, mulai dari evaluasi pilihan ganda, essay pemikiran dan praktik, dan diskusi forum. Menyangkt essay pemikiran dan praktif kami dinilai secara langsung oleh para pakar pendidikan kritis antikorupsi ICW. Kita akan diberitahukan langsung berapa nilai kita, bila tidak tuntas mereka akan meminta kita memperbaiki hingga kita dapat mencapai standar yang telah mereka tetapkan. Seleksi di akademi ini menurut aku pribadi cukup berat, karena kami harus mengikuti kuliah yang cukup berat dan harus berlomba untuk menuntaskannya dalam waktu sesingkat mungkin, karena pemenang seleksi ditentukan oleh nilai tertinggi, basis proporsi keterwakilan wilayah, dan yang paling cepat mencapai finish. Dan Alhamdulillah, dengan upayamengejar target habis-habisan sampe kurang istirahat selama seminggu ini, aku bisa menuntaskan kuliah ini dan terpilih pula sebagai perwakilan dari Aceh untuk mengikuti pelatihan di Jakarta. Gimana rasanya, seneng doooooonk… haha
Tapi memang, dikarenakan yang terpilih adalah yang menyelesaikan kuliah dengan baik, pelatihannya sendiri jadi sangat berkualitas. Peserta yang ikut adalah yang sudah paham bahkan sudah mempraktikkan pendidikan kritis. Materi tidak lagi berangkat dari pengetahuan-pengetahuan dasar tapi bisa langsung melompat pada analisa-analisa mendalam. Kami juga dipertemukan dengan para tutor pendidikan kritis hebat seperti pak Jimmy Ph Paat, Pak Lody Paat, Pak Bambang Wisudo, Mas Ade Kurniawan dan teman-teman ICW lainnya. Aku bener-bener seneng dipertemukan dengan mereka. Aku bahkan sering mencuri-curi waktu di luar jam pelatihan untuk bisa diskusi mendalam dengan mereka soal pemikiran Freire, Tan Malaka dan pemikiran dari tokoh lokal lainnya. Yang kerennya juga dari mereka, mereka sangat rajin untuk jadi teman diskusi kami di grup whatsapp dalam jangka waktu lama. Mereka benar-benar jadi guru abadi kami. Aku hormat banget deh sama mereka.
Selama pelatihan sendiri, kami bukan hanya belajar dengan jejaring ICW saja, tapi juga seperti acara pembukaan, kami diambut oleh diskusi yang diisi oleh pihak Kemendikbud di gedung Perpustakaan Nasional. Kami juga diajak untuk belajar di KPK.. Asik banget deh pokoknya. Pelatihan ini bahkan menjadi bekal penting untuk berbagai agenda penting ku ke depan. Makaci ya ICW..








Komentar
Posting Komentar