Pendidikan untuk Manusia - Reforming Abdya Educational System (7)

 


Setelah mengikuti Training of Trainer di Abdya kali ini, fix saya harus rombak dan menata ulang seluruh aktivitas pembelajaran di kelas ke depannya.

Kenapa?

Karena pendidikan sebagai pembebasan bukan hanya sekedar menghasilkan siswa-siswa yang mampu berpikir dan berkesadaran kritis, berpihak pada rakyat, anti penindasan.

Tapi juga harus dilakukan dengan cara-cara, proses-proses, dan prosedur-prosedur yang membebaskan dan manusiawi pula.

Pembebasan dan anti penindasan harus dimulai sejak proses proses pendidikan. Memastikan bahwa proses pembelajaran untuk pembebasan tidak dilakukan melalui cara dan proses yang menindas.

Ya, pendidikan justru bisa menjadi aktivitas paling nindas melebihi apapun, ketika orang harus belajar (meski apa yang dipelajari adalah hal yang benar sekalipun) jika dilakukan dengan cara-cara kekerasan, tidak sesuai kondisi mental (eskploitasi psikis), tidak memenuhi hak-hak peserta didik, bahkan hak-hak sebagai manusia. Dilakukan dari pagi hingga siang dan petang, selama belasan tahun, tanpa jeda.

Sehingga, sangat ironis ketika orang-orang yang mengaku sebagai pembebas namun abai terhadap hal ini, kita tidak sadar menjadi penindas dengan cara yang berbeda.

Oleh karenanya, mengapa konsep dan praktik Pendidikan Kritis nya Paulo Freire dianggap sebagai salah satu yang paling Revolusioner dalam pendidikan. Karena ia nya bukan hanya membongkar sistem pendidikan sebagai alat yang harusnya dipergunakan untuk membuat orang paham terhadap realitas, paham terhadap ketertindasannya lalu melakukan tindakan-tindakan yang cerdas dan berani demi pembebasan.

Namun juga membongkar kualitas praktek-praktek dan proses-proses sendiri yang cenderung menindas (banking concept yg cenderung bersifat otoriter, perintah, mendikte, dsb).

"Kita terkadang mendua, tertindas namun juga mempraktekkan penindasan!"


Oleh karenanya, tugas kita bukan hanya mengubah orientasi, namun juga proses dan prosedur. Jika penindas menggunakan prosedur perintah, mendikte, perwakilan, memaksa, bahkan kekerasan. Maka kita menggunakan cara-cara dialogis, partisipatif, demokratis dan manusiawi.

Sehingga Freire menyatakan, setelah proses berpikir → bertindak, harus dilanjutkan dengan proses → refleksi atas orientasi, pikiran dan tindakan. Bahkan tindakan-tindakan dalam memberikan pendidikan dan pembelajaran.

Untuk praktek di Aceh Barat Daya sendiri, pendidikan ulang menyangkut Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk) terhadap para pendidik dan stake holder dilakukan dalam orientasi bukan sekedar 'demi mecapai pembelajaran yang efektif', tapi juga dengan tujuan agar mulai besok pendidikan tidak lagi menjadi aktivitas yang menzhalimi siswa.

Saya bahkan berpikir berat, bagaimana memastikan bahwa para pendidik dapat memahami bahwa praktek pendidikan yang salah merupakan suatu penindasan, terutama terhadap psikis peserta didik, dan bagaimana caranya pemahaman tersebut dapat hadir dalam mental para pendidik. Mungkin kehadiran para psikolog profesional yang mampu menjelaskan dengan baik apa itu ekploitasi psikologi dan betapa zhalimnya tindakan tersebut dalam praktek harian pendidikan dalam pelatihan-pelatihan selanjutnya dapat membawa implikasi tertentu.

Pendidikan adalah aktivitas yang berat, menyita waktu, materi, pikiran dan emosi. Bila tidak dengan kesadaran tersebut, rasanya mengajar dengan asal-asalan dan menindas dapat menjadi suatu kesenangan, bahkan.

BTW, terima kasih kawan-kawan dari Next Edu sebagai salah satu rekanan Konsultan Pendidikan kami, yang bersedia mendampingi kami hingga beberapa tahun ke depan jika tanpa halangan apapun.. 

 


Komentar

Postingan Populer