Designing Model and Public Policy - Reforming Abdya Educational System (3)
Teori-teori dan bacaan kritis harus dipraktekkan, meski dengan aksi sekecil-kecilnya dan selemah-lemahnya..
Demikian juga dengan teori-teori Pendidikan Kritis dan Pendidikan Poskolonial, sesuai dengan konteks, budaya dan nilai masyarakat yang ada.
Jika selama ini hanya bisa menerapkannya di ruang-ruang kelas, kali ini saya diminta untuk menerapkan lebih luas, menjadi salah satu tenaga ahli pendidikan mendampingi kawan-kawan yang punya semangat perubahan di daerahnya.. Merumuskan kebijakan untuk suatu sistem, standar dan praktek baru
Seluruh aspek sistem pendidikan, seteknis-teknisnya!!
Pengujian keberhasilannya tentu tidak sesempit pada tingginya nilai Uji Kompetensi Guru yang dihasilkan oleh tes komputer itu, bukan pada nilai Ujian Nasional yang didapat dengan cara menyontek itu.
Tapi pada suatu praktek-praktek berkesinambungan untuk memastikan guru dan peserta didik terkoneksi dengan dengan realitas, proses pendidikan yang humanis, dan terintegrasinya nilai-nilai kritis dan substansi keislaman (maaf, kami tidak bermain pada tataran simbolik) pada seluruh aspek pendidikan.
Tentu ini bukan kerja mudah. Seperti mendorong truk gandeng, kata seorang teman. Tetap saja, memberikan impact pada suatu sistem meski hanya setetes demi setetes adalah selemah-lemahnya iman dalam upaya menjaga kewarasan diri sendiri dan orang lain yang mungkin dijangkau.
By the way, saat mengerjakan project ini, saya bahkan baru tau bahwa ada banyak pemerintahan daerah yang tidak memiliki SPM dan SOP pendidikan. Jikapun ada, hanya copas punya nasional yang isinya sama sekali tidak cukup untuk dijadikan acuan bagi kekhususan dan kebutuhan masing-masing daerah.. Dan melalui pengerjaan project ini pula saya jadi tau ada banyak kebijakan pemerintah pusat belakangan yang mengatur standar minimal pendidikan untuk banyak aspek. Namun jika mengacu pada amburadulnya pengelolaan pendidikan, pemerintah daerah bahkan sepertinya tidak (mau) tau atas kebijakan-kebijakan tsb.
Opotalah, pengelolaan pendidikan tanpa standar?





Komentar
Posting Komentar