Pendidikan Kita dan Kehancuran SELF-ESTEEM Anak
Hari-hari di awal masuk sekolah, guru dan siswa yang kebanyakan masih jetlag dari libur yang hampir dua bulan lamanya itu, membuat saya tidak buru-buru masuk ke materi ajar.
Saya buat refleksi saja dulu. Karena pun di masa-masa ujian semester, saya memang sering stress melihat siswa yang pada stress karena dirusak oleh sistem pendidikan yang tidak mau mengakomodir kecerdasan majemuk para peserta didik.
Harusnya pertanyaan-pertanyaan refleksi ini saya berikan ke menteri pendidikan dan para pendidik yang entah secara sadar atau tidak jadi sering menyiksa mental anak karena memaksa mereka sempurna di semua pelajaran, padahal jelas-jelas itu mustahil. Dan menggunakan standar uji yang seragam untuk kecerdasan anak yang berbeda-beda jenis dan tingkatannya..
Karena saya bukan seorang menteri, kepala dinas pendidikan, kepala sekolah, atau orang yang punya kuasa membuat suatu terobosan kebijakan berskala besar, ya inilah yang bisa saya lakukan: memperkuat self-esteem anak..
Setidaknya saya bisa bilang, dulu saya juga seorang siswi yang sangat berambisi untuk berprestasi. Saya masuk ke jurusan IPA, bahkan kelas unggul. Tapi ternyata bakat saya di ilmu sosial, dan berkemampuan rendah di matematika dan IPA. Tapi saya tidak memaksakan diri. Meski orang tua mungkin kecewa, saya tetap bangga membawa pulang nilai UN yang hanya 60an di mapel fisika. Dan saya puas karena nilai ilmu sosial dan Kewarganegaraan saya tinggi, walau apalah itu bagi orang lain. Dan saya tetap dengan bangga dan berani memilih jurusan Pendidikan Kewarganegaraan meski secara gengsi itu tak bernilai apa-apa. Saya tak mengikuti semua standar yang ditetapkan orang tua dan sekolah pada saat itu. Tapi saya mampu menyatakan pada diri sendiri bahwa saya berharga dan berkemampuan di bidang yang saya suka. Saya tidak mau jadi ikan yang harus dinilai dari cara memanjat pohon..
Selamat berjuang dalam sistem pendidikan yang kacau ini anak-anak. Bagaimanapun, kita akan cari cara sebisa kita untuk tetap bernafas.. 




Komentar
Posting Komentar