Belajar untuk Merdeka!

Saya memberikan tugas analisa artikel kontekstual pada materi Hubungan Internasional Pendidikan Kewarganegaraan (biar orang-orang pada tau, belajar PKn sekarang ga sama dengan belajar PMP ala Orde Baru ;p).
 

  artikel Berdikari Online
 

Tapi yaela, kadang ngerasa, jauh banget nganalisa Hubungan Internasional. Hubungan dengan orang-orang sekitar aja belom merdeka.

Namun refleksi yang kelihatan sederhana tersebut terkadang memiliki makna idiologis yang sangat signikan. JIka dulu kita memahamai penindasan dan ketidakmerdekaaan hanya terhadap sesuatu di luar diri kita. Melawan penindasan oleh negara, korporasi asing, militer terhadap rakyat, terhadap diri kita. Tapi tidak melakukan refleksi apakah kita juga menindas diri sendiri, menindas orang-orang di sekitar kita. Apakah kita sudah merdeka dari penindasan orang-orang di sekitar kita, apakah orang-orang di sekitar kita sudah merdeka dari penindasan dan dominasi kita? Oleh karenanya, standar idiologi seorang pembebas harusnya tidak hanya diukur dari sejauh apa ia militan melawan penindasan di luar dirinya semata.... And I am struggling for that now too ;)

Oleh karenanya, saya memberikan apersepsi mengenai Hubungan Internasional ini pun melalui analogi Hubungan Sosial manusia sehari-hari. Jangan sampe kuat-kuat bener nganalisa Hubungan negaranya dengan negara lan, tapi ga sadar setiap hari menindas dan ditindas teman, pasangan, dll..

Lets be free! :)
 
 

 

Komentar

Postingan Populer