Sumpah Pemuda Omong Kosong

 

 


Entah apa yang membuat Garda Pemuda Nasdem meminta saya menjadi salah satu pembicara di acara Diskusi Publik yang mereka adakan tepat di Hari Sumpah Pemuda. Apa mereka tidak tau seberapa saya anti terhadap negara, pemerintah dan segala perangkat eksploitasinya, termasuk segala bentuk hegemoni berbau Bela Negara dan Nasionalisme karena setiap hari negara sendiri menindas kita. Hanya jadi sampah Kesadaran Palsu aja.

Sumpah Pemuda?
Sumpah untuk bela siapa? Bela rakyat atau bela penguasa?

Atau jangan-jangan malas bela siapa-siapa, bahkan bela diri sendiri dari selemah-lemahnya penindasan pun belum tentu.. 

Bertanah air satu? Ah bohong itu!
Bertanah air dua: Tanah air penguasa/pemodal dan Tanah air rakyat (yang diperjuangkan dengan nyawa agar tidak dirampas). 

Ya, memangnya dimana nasionalisme, dimana semangat pemuda saat tanah rakyat dirampas, saat kelompok marginal didiskriminasi, saat pekerja tidak dipenuhi hak-haknya. Bahkan tidak sedikit para pemuda yang berwatak penindas dan menjadi kelas penguasa yang benar-benar menindas rakyat, yang menyiksa perempuan, yang mempersekusi. Identitas dan usiamu ga menentukan watak dan keberpihakanmu, Bro, Sist!!

Iya sih saya ini Guru Kewarganegaraan dan Penulis Ilmu  Sosial. Tapi kerjaan saya tiap hari bukan malah mendongengkan dokrin-doktrin Nasionalisme dan Bela Negara yang realitasnya udah ga ada lagi. Saya bahkan selalu menyeru siswa dan publik untuk melawan siapapun yang menindas, jikapun itu Negara dan Pemuda sekalipun. 

Sepertinya kalian salah mengundang Pembicara 😛

 




 

Komentar

Postingan Populer