Sekolah Ramah Anak - Reforming Abdya Educational System (2)

~Membantu teman-teman Aceh Barat Daya (Abdya) untuk Sistem Pendidikan yang lebih Humanis dan Ramah Anak..
Salah satu turunan penting atas penerapan Pendidikan Islami yang beberapa waktu lalu digagas oleh teman-teman di Abdya berupa: Penerapan pendidikan yang Humanis.
Ya, saya pribadi meyakini, Islam merupakan ajaran dan praktik tentang nilai-nilai humanis, rahmatan lil'alamin..
Oleh karenanya, kami tengah mengkomunikasikan ke Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengenai penjejakan kemungkinan memperoleh dukungan program Sekolah Ramah Anak.
Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan Departmen Pendidikan dn Departmen lainnya saat ini tengah menggagas program Sekolah Ramah Anak (SRA) yang dijadikan suatu standarisasi dalam menilai sekolah-sekolah di Indonesia menyangkut sejauh mana telah melakukan aktivitas pendidikan dan proses pembelajaran yang menjamin keamanan, kenyamanan dan memenuhi hak-hak anak secara menyeluruh. Pendidikan sendiri merupakan proses memanusiakan manusia, oleh karenanya aspek-aspek pendidikan yang ada idealnya sebaik mungkin dilakukan secara manusiawi dan melindungi anak dari segala aspek yang justru dapat merusak dan menghambat potensi fisik, mental, psikologis, sosial, individual, spiritual, dll.
Salah satu turunan penting atas penerapan Pendidikan Islami yang beberapa waktu lalu digagas oleh teman-teman di Abdya berupa: Penerapan pendidikan yang Humanis.
Ya, saya pribadi meyakini, Islam merupakan ajaran dan praktik tentang nilai-nilai humanis, rahmatan lil'alamin..
Oleh karenanya, kami tengah mengkomunikasikan ke Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengenai penjejakan kemungkinan memperoleh dukungan program Sekolah Ramah Anak.
Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan Departmen Pendidikan dn Departmen lainnya saat ini tengah menggagas program Sekolah Ramah Anak (SRA) yang dijadikan suatu standarisasi dalam menilai sekolah-sekolah di Indonesia menyangkut sejauh mana telah melakukan aktivitas pendidikan dan proses pembelajaran yang menjamin keamanan, kenyamanan dan memenuhi hak-hak anak secara menyeluruh. Pendidikan sendiri merupakan proses memanusiakan manusia, oleh karenanya aspek-aspek pendidikan yang ada idealnya sebaik mungkin dilakukan secara manusiawi dan melindungi anak dari segala aspek yang justru dapat merusak dan menghambat potensi fisik, mental, psikologis, sosial, individual, spiritual, dll.
Hal ini dilakukan mengingat masih banyak pendidik dan instansi sekolah yang memberlakukan pendisiplinan negatif pada anak, diskriminatif, memberikan hukuman dengan merampas hak-hak anak, belum memberikan waktu, ruang dan dukungan memadai untuk aktivitas seni budaya, organisasi, ekstrakulikuler yang memadai, peraturan-peraturan sekolah yang bertentangan dengan hak-hak anak, kasus dimana sarana dan prasarana yang ada tidak memadai bagi keamanan anak, kasus bullying, kekerasan dan kasus lainnya yang secara substansi menunjukkan: belum mampu menghadirkan pendidikan Humanis yang memenuhi hak-hak anak secara memadai.
Hal ini disebabkan diantaranya menyangkut perspektif dan mental para pendidik dan stake holder yang masih belum memadai menyangkut hak-hak anak dan aspek mental, kepribadian dan sosial anak.
Saya merupakan salah satu perwakilan dari Provinsi yang dikirim mengikuti Pelatihan Sekolah Ramah Anak Maret lalu di Bandung, juga diikuti oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Dinas BP3A dengan harapan Pihak Pemerintah Provinsi mau merespon program ini. Namun apa hendak dikata..



Komentar
Posting Komentar