EsBe (27) - The Last
Kau takkan menemukan puisi lagi bersimbah di urat nadi kita
Karena jantungku membeku sudah
Dan nama mu bak tua renta dalam selaput yang mengelupas helai demi helai
Menuju titik-titik penghabisan yang rentan dengan duka cita
Dan aku rela mati rasa
Agar kau tak memayungiku lagi dengan air mata
Yang tak dapat ku seka hingga menjadi sekam dalam padam
Kau tau aku patah
Bukan lagi jadi arang, tapi bahkan kerontang ~hilang penopang
Aku yang cacat malah bergantung pada si kaki pincang
Sampai aku hilang akal dan lupa
Dulu aku kurang terawang
Sembarang menyambung tali yang telah terkait usang
Bertengkarlah aku dengan diri sendiri
Meracau menelan kapsul berisi racun yang kau sebar hingga ke putihnya tulang berulang
Padahal aku penuh sesal
Padahal aku penuh dendam
Tapi kau telah jadi azam
Yang ku sumpah dalam jurang batin
Jika tak ku lupa, baiknya aku mati saja



Komentar
Posting Komentar