Tentang Kebodohan dan G30S/PKI
Bagi saya, cerita tentang G30S/PKI itu sangat
personal. Karena kebohongan dan kejanggalan mengenai cerita ini yang saya dapat
sejak SMA membuat saya jadi tak mudah percaya lagi dengan teks apapun, apa lagi
yang disajikan oleh pemerintah. Bisa dibilang titik balik.
Saya rasa saya cukup beruntung, sebagai
seorang anak TNI yang bisa dibayangkan bagaimana jenis doktrin yang saya terima
sejak kecil, namun ketika membaca buku sejarah SMA tentang kronologi sejarah
sekitar tahun 65 membuat saya masih mampu
mempertanyakan, bahkan mengambil kesimpulan: ada yang salah dengan buku sekolah
ini. Ada yang mereka tutupi dari kami.
Saya memang beruntung, guru PKn dan Sejarah
saya sudah sangat maju. Di masa SMA, kami sudah mengkaji sistem politik bahkan
Hubungan Internasional. Guru sejarah saya bahkan meminta kami masing-masing mencari
artikel tentang perbandingan OrBa dan Reformasi lalu dipresentasikan di depan
kelas. Artikel milik teman-teman bahkan saya kumpulkan dan saya jilidkan. Kami sudah
tau busuknya Soeharto dan OrBa sejak masa itu.
Di sisi lain, buku pelajaran sejarah versi
kurikulum KBK 2004 pada masa itu tidak seburuk buku-buku sejarah ala Orde Baru,
tapi tetap saja masih ada rahasia-rahasianya. Kala itu saya membaca tentang
SUPERSEMAR, dimana Soeharto memaksa Soekarno memberikan kekuasaan dan
menunjukkan dengan gamblang, dari sana lah OrBa dan Soeharto berkuasa. Kok
bisa? Dan peristiwa dimana Soekarno tiba-tiba diturunkan tanpa ada penjelasan.
Sejak saat itu, saya memutuskan berhenti
membaca dan percaya pada buku pelajaran sejarah SMA saya. Begitu kuliah di
Banda Aceh, salah satu agenda pertama yang saya lakukan adalah pergi ke pustaka
wilayah mencari rak buku bagian sejarah. Dan beruntungnya saya, menemukan satu
baris di rak buku yang isinya khusus tentang 65, temuan-temuan terbaru sejak
reformasi. Buku-buku yang ditulis oleh Victor M.Fic pengungkapan rahasia-rahasia
oleh pihak TNI pada masa itu, dsb. Berhari-hari saya di pustaka untuk cukup tau
tentang konspirasi terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah Indonesia tersebut.
Sehingga, meski kuliah di jurusan Pendidikan
Kewarganegaraan, saya sendiri udah ga kemakan lagi doktrin-doktrin ORBA yang malah
masih diajarkan pada masa kuliah.
Saya sedikit miris sih, saya ini yang
didoktrin habis-habisan sebagai anak tentara, bisa sadar sejak SMA. Lha, kalian
kapan sadarnya? Ini sudah tahun berapa?
Padahal kamu cuma perlu mikir, cuma perlu
kritis kok. Susah ya?
Itu sekolah-sekolah, terutama kampus, ngapain
aja? Bukannya buat diskusi ILMIAH untuk mencerahkan malah masi nerusin budaya
Orba nonton-nonton pilem dan ngasi-ngasi doktrin usang. Mengecewakan!
Soalnya jangan-jangan cuma di Indonesia yang takut
dan benci setengah mati dengan komunisme, tapi bgitu ditanya apa itu komunisme,
dengan pedenya menjawab "ga tau".. 😴
Ya, bagi sebagian orang ini mungkin hanya
soal permainan politik elit dan para jenderal. Tapi sebagai pendidik, situasi
membodoh-bodohi masyarakat ini bagi saya cukup mengganggu.



Komentar
Posting Komentar