Mahasiswa: Riwayatmu Kini?





Semalam saya diminta untuk menjadi salah seorang Pemrasaran untuk agenda diskusi Harmoni Kampus @Lib dengan tema Mahasiswa: Riwayatmu Kini?

Pendapat dari sudut pandang saya lebih berbasis pada kualitas dan kuantitas intelektualitas dan gerakan dalam melakukan transformasi sosial serta menyelesaikan masalah-masalah kerakyatan.

Bagi sebagian orang, sukses secara akademis dan karir mungkin menjadi salah satu indikator penting untuk menjadi mahasiswa ideal. Namun bagi saya, jika kampus menjadi menara gading yang hanya mencetak manusia-manusia dengan standarisasi seragam untuk menghasilkan tenaga siap pakai demi kepentingan global, menghasilkan orang2-orang yang hanya berorientasi punya IPK 4, punya karier bagus, berkeluarga lalu masuk surga (so individual oriented) sedangkan masalah-masalah kemiskinan, keadilan, kemanusiaan, ketertindasan kaum proletar tetap begitu-begitu saja dari tahun ke tahun, malah melahirkan orang-orang yang justru korup dan menindas, rasanya kampus gagal memanusiakan manusia.

Seperti kata Rendra:
"Kita ini dididik untuk memihak yang mana? Ilmu-ilmu yang diajarkan disini akan menjadi alat pembebasan ataukah alat penindasan?"

Salah satu saran penting tentunya agar mahasiswa mau ikut aktif dalam organisasi-organisasi pergerakan dan intelektual, agar jangan sampai menjadi orang-orang yang saban hari mengahapal buku namun gagal memahami realitas sosial yang ada. Saya sendiri mendapatkan pendidikan kritis justru dari organisasi, bukan bangku perkuliahan. Tentu tidak sembarang organisasi, karena tidak sedikit organisasi yang justru merusak dan mengajarkan kita menjadi penjilat. Bahkan seperti yang disampaikan oleh seorang pemrasaran, banyak yang bahkan dulu besar di organisasi kiri pun namun kini justru jadi penindas. Hufft..

Acara ini terasa lebih hidup oleh pembacaan puisi WS Rendra ‘Sajak Anak Muda’ dan Puisi Wiji Thukul ‘Bunga dan Tembok’, serta tampilan seni musik..








 






Komentar

Postingan Populer