BOLOS RESMI (2) Ke DPRA

 


 

 "Bu, pelajaran sejarah ada jalan-jalannya, pelajaran PKn kok ga?' tanya siswa suatu kali di ruang kelas. Lantas saya langsung berpikir keras harus membawa mereka kemana. Saat kami tengah belajar tentang materi Penyelenggaraan Kekuasaan Negara yang kemudian berlanjut ke materi Pemerintahan Daerah. Jika ingin melakukan field study, kemungkinan akan dilakukan ke instansi pemerintah daerah. Lantas saya langsung ingat Irwan Djohan yang dulu pernah memposting status menerima kunjungan dari warga sekolah tertentu.

Setelah berkomunikasi dengan Irwan Djohan yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRA , akhirnya kami diberi kesempatan, difasilitasi untuk melakukan filed study ke DPRA. Kami bahkan disediakan fasilitas bus antar-jemput dari sekolah ke DPRA dan dijamu dengan sangat baik.

Irwan Djohan memberikan kami kesempatan untuk melihat langsung dari podium: Sidang Paripurna pembahasan Qanun tentang hutang luar negeri pemerintah Aceh untuk pembangunan Rumah Sakit regional dan Pelantikan Komisioner KKR. Dilanjutkan dengan diskusi interaktif denga  Irwan Djohan sendiri dan Pak H. T Ibrahim selaku ketua Fraksi Parti Demokrat.

Hal terpenting dari semua ini adalah, siswa bisa melihat sendiri proses politik yang berlangsung, serta pola kuasa yang dihadapkan secara terang-terangan kepada mereka. Para pelajar dibebaskan bertanya tentang segala hal terkait sistem pemerintahan, pengambilan keputusan di DPRA, otonomi khusus Aceh, pengelolaan keuangan, penyusunan anggaran dan sebagainya. Kepada saya, kepada Irwan Djohan dan H.T. Ibrahim, mereka mempertanyakan bahkan memperotes mengapa pembangunan Rumah Sakit regional kita harus dibiayai oleh hutang luar negeri dengan bunga yang tidak sedikit di saat ada alternatif pendanaan lain.

Taraf terkritis siswa adalah ketika mempertanyakan pada saya, apa yang akan terjadi ketika kita pada akhirnya tidak akan sanggup membayar hutang, akankah itu akan menjadi akses bagi negara yang memberi pinjaman untuk punya intervensi terhadap Aceh seperti pengerukan SDA kita seperti yang sudah-sudah? Dalam bentuk sinisme siswa berkomentar, "untuk pembangunan katanya tidak ada dana, tapi kalau untuk korupsi kok ada". Siswa juga mempertanyakan tentang kedisiplinan berupa kehadiran para anggota dewan pada saat Sidang Paripurna. Sebagian besar pertanyaan sudah terjawab pada saat diskusi di ruang rapat banggar dan sisanya akan saya 'rapikan' lagi di diskusi kelas pertemuan berikutnya.

Jangan tanya bagaimana senangnya siswa, mereka itu sih, asal sudah keluar sekolah aja uda senang banget. apa lagi dapet banyak pengalaman baru begini. hehe..

 Sekali lagi, terima kasih banyak pada Irwan Djohan yang sudah memfasilitasi kami dengan sangat baik, kami diantar jemput, disediakan akses-akses di DPRA, disediakan ruang dan waktu untuk berdiskusi--memberikan pendidikan politik pada siswa-siswa kami..

 



 

siswa ber-swafoto dengan PLT Gubernur Aceh


Komentar

Postingan Populer