Awesome Mom dan Pemilihan Geuchik

 


Semalam sebelum tidur mama nyamperin aku sambil berpesan, "Kak, besok sebelum pergi, kita nyoblos untuk geuchik (kepala desa) yang baru dulu ya".
 
Wah, aku bahkan ga tau kalau besok pemilihan kepala desa
 
Aku langsung menanyakan profil-profil calon kepala desa yang ada. Mama menjelaskan satu persatu, diantara mereka terdapat petahana, petugas kebersihan, dan pemuda setempat. Awalnya kami bingung mau memilih yang mana. Aku sendiri kurang mengetahui dengan baik setiap calonnya. Mama sempat merekomendasikan, "apa kita pilih geuchik yang sebelumnya saja?". Aku menyatakan ragu, karena bagiku beliau terkesan elitis. Aku lebih srek dengan sang petugas kebersihan itu, berharap ketika ia memimpin ia tidak akan seelitis yang sebelumnya dan pun aku tau orangnya, saban hari mengkomandoi para petugas kebersihan mengambili sampah di asrama.
 
Lantas mama menceritakan, kemarin ia mendengar ketika ada tetangga yang menyeru tetangga lain untuk memilih petahana, "Pilih aja bapak itu, bapak itu kan baik". Tapi tetangga yang diajak malah menyatakan, "Baik apa? Apa yang sudah kami dapatkan dari hasil kepemimpinan beliau, ga ada. Mending pak I***, bgitu-bgitu beliau yang ngangkatin sampah kita".
 
Kami semakin bulat memilih bapak sang petugas kebersihan.
 
Kerennya lagi, mama dengan sukarela menyeru siapa saja untuk mau memilih beliau.
Ada yang diajak namun memilih calon yang lain dengan kpentingan yang sangat personal. Mama nyeletuk ke aku, "Ah ga asik, kepentingannya pribadi sekali. Bole-bole aja, tapi kepentingan orang banyak juga penting."
 
Bismillah!

 


Komentar

Postingan Populer