(Ternyata) Guru Juga harus Cerdas



Bhahahahahaha.....(lho, kok ketawa?) yaiyalah.. Judulnya itu aneh.. Guru juga harus cerdas? Itu mah emang harus. Guru itu kan pengajar, pendidik, yang kerjaannya emang mencerdaskan. Apa jadinya coba kalau seseorang yang tugasnya mencerdaskan orang lain tapi malah ga cerdas. Bahkan, kecerdasan seorang guru harusnya melebihi profesi manapun. Seperti kata orang-orang, guru lah paling berjasa besar menghasilkan seorang dokter, arsitek, hakim, bahkan Presiden.

So, apa masalahnya?

Jelas masalah. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki banyak sumber daya alam tapi low dalam masalah sumber daya manusia. Ada aspek sistem politik yang mempengaruhinya. Tapi untuk hari ini bukan hal tersebut yang ingin kita usut. Tidak ada yang tidak setuju, bahwa guru-guru yag ada di Indonesia ikut bertanggung jawab terhadap rendahnya kualitas SDM nya manusia Indonesia. Meskipun, banyak faktor yang mempengaruhi kinerja dan kualitas seorang guru, baik aspek politik, ekonomi, keluarga, dll. Tapi, secara moral, bukankah pada dasarnya seorang guru itu wajib memiliki kualitas yang memadai baik dari segi proessionalitas, pengetahuan, moral dan sosial? Bukankah setiap guru ditempah paling sedikitnya kurang lebih 4 tahun di Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikannya?

Masalahnya adalah, ketika setiap calon guru maupun para guru yang belum menyadari betapa pentingnya merek untuk menjadi secerdas mungkin, berkapasitas baik dari segi ilmu keguruan dan pedidikan dan di bidang keilmuannya masing-masing. Saya tidak dapat menyimpan keheranan ketika mendapati para mahasiswa KIP yang menjalani perkualiahan dengan asal-asalan, tidak menjalani aktivitas perkualiahan secara maksimal, sehingga bekal yang diperoleh sebagai seorang guru juga tidak maksimal. Akhirnya, jadilah ia guru jadi-jadian yang mengajar pun dengan asal-asalan.
Impact-nya?

Saya sering mendengar di setiap periodiknya, bahwa tidak sedikit mahasiswa PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) yang harus menangis karena dikerjai oleh para siswa. Why? Ya jelas aja. Ketika ilmu yang dimiliki hanya sedikit, lantas apa yang hendak diajarkan? Wajar donk para siswa kecewa. Atau ketika ga memiliki kemampuan menciptakan proses belajar mengajar yang menyenangkan dan menarik perhatian para siswa, endingnya para siswa ribut, ngantuk, bolos, dsb. Dan apa yang akan dilakukan oleh guru ketika sudah mengajar secara maksimal namun siswa tetap saja malas, ribut, ngantuk, bahkan bolos? Mau dihukum secara fisik? Itu cerita zaman purba. Guru juga harus cerdas untuk memberikan peringatan, bahkan hukuman yang membuat siswa jera tanpa menggunakan kekerasan dan hukuman fisik.

Makanya saia katakan, guru juga harus cerdas. Cerdas dalam segala hal yang menyangkut pendidikan, pembelajaran, dan keilmuannya.

Para guru eksak dan scients mungkin tidak terlalu terkendala dengan perkembangan ilmu, karena apa yang mereka ajarkan adaah sesuatu yang bersifat tetap. Bagaimana dengan guru sosial, dimana perkembangan realitas dari apa yang diajarkan bisa berubah bahkan dalam hitungan detik. Hari gini, guru ga Cuma ngajar teori, tapi juga realitas dari implementasi teori yang ada. Seperti saya yang mengajar PKn. Mungkin secara teoritis tidak ada perkembngan yang terlampau signifikan atau ekstrem. Tapi bagaimana dengan perkembangan sosial, politik, hukum yang berkembang di skala lokal, nasional dan global? Para siswa harus paham, bahkan diberi bekal untuk menganalisisnya dalam pelajaran PKn.
Seperti suatu ketika saat saya PPL, baru 5 menit saya tiba di kelas bahkan belum sempat memberikan salam, para siswa langsung memberondong dengan pertanyaan: “Bu, semalam kantor timses salah satu calon gubernur di granat. Kenapa bisa begitu, bu? Apa boleh begitu dalam kampanye, bu?”. Bolehkah saya menjawab tidak tahu? Atau tahu namun tidak tahu harus memberikan jawaban apa yang sesuai dengan teori normatif?

Beruntunglah ketika Anda mendapati siswa yang tidak pernah mempermaslaahnkan sejauh apa kapasitas Anda dalam pelajaran yang Anda tangani. Namun untuk konteks kekinian, tidak sedikit para siswa yang sudah mulai cerdas bahkan sangat kritis. Mempertanyakan dan menganalisis berbagai hal. Hingga kemudian mereka akan meragukan, meremehkan, tidak menghargai dan mengacuhkan Anda karena kecewa ketika medapati bahwa ternyata Anda bukan seorang guru yang kompeten. Bahkan di sebagian sekolah swasta, guru-guru yang tak mampu memenuhi tuntutan kritis para siswa, akan diberhentikan akibat aduan dari para siswa yang tidak puas dengan kemampuan Anda.

Belum lagi para siswa yang diajari oleh guru PPL. Mereka bahkan sengaja untuk mengerjai dan mengetes para guru. Entah dengan tujuan urgensi apa, hanya mereka yang paham. Oleh karenanya, tidak sedikit guru PPL yang menjadi bulan-bulanan para siswa ketika Anda tidak mampu mejadi guru yang cerdas.

Saya jadi ingat dengan adik leting yang suatu ketika bercerita: “Tetangga saya ternyata pernah menjadi siswa didik kakak ketika PPL. Saya menanyakan pada dia, bagaimana rasanya diajar oleh kakak. Tetangga saya memberitahu, bahwa ia dan teman-temannya berniat mengerjai dan mengetes kakak, mereka sudah melemparkan berbagaia pertanyaan yang sulit bahkan. Namun mereka akhirnya kecewa. Mereka menyatakan bahwa kakak cerdas sekali, semua pertanyaan mampu dijawab dan akhirnya gagal mengerjai.”

Bukan persoalan narsis. Saya bahkan sama sekali tak pernah tau bahwa ada siswa yang berusaha mengerjai dan mengetes saya. Dan ketika sang adik leting bercerita, selain bangga, ada satu hal penting yang paling saya pikirkan : untung saya membekali diri dengan cukup, jika tidak mungkin saya juga akan pulang dengan menangis karena dipermalukan oleh para siswa.

Anehnya, bahkan kebijakan Sertifikasi yang ditetapkan oleh pemerintah bagi guru-guru tidak juga menjadi sarana bagi para guru untuk meningkatkan kapasitasnya. Padahal mereka akan diberikan ‘imbalan’ dengan peningkatan gaji yang luar biasa atas keprofesionalan mereka.

Semoga para guru dan calon guru yang ada di Indonesia terus meningkatkan kapasitas dirinya di semua lini sehingga mampu menjadi guru-guru yang Cerdas, yang dapat dibanggakan oleh para siswa.. :D

Komentar

Postingan Populer