Catatan Tentang Semester Akhir
Menurut anda, aktivitas mahasiswa apa yang paling identik dengan semester akhir? Mungkin ada banyak dan berbeda di setiap fakultas dan jurusan. Namun satu diantaranya yang paling populer tentu adalah pembuatan skripsi atau tugas akhir (TA). Lalu bagaimanakah sikap mahasiswa dalam menuntaskan syarat kelulusan yang satu ini? Saran saya, jangan hasilkan skripsi-skripsi sampah. Skripsi sampah? Apakah kata-kata ini sepertinya terlalu kasar? Bisa jadi. Tapi sebutan itu terlahir ketika mengamati fenomena yang bisa dikatakan sedikit aneh di beberapa kalangan mahasiswa, yang hobby nya menghasilkan skripsi asal jadi bahkan terkadang oleh mereka mahasiswa yang terbilang cerdas.
Beberapa kali saya mendapati kebiasaan yang satu ini. Bagi saya, hal ini sedikit mengganggu pikiran (padahal buat apa ya kan, xixixi). Karena yang saya ketahui, skripsi merupakan salah satu bentuk penelitian. Penelitian semestinya bukan aktivitas remeh temeh bagi kalangan intelektual (baca: mahasiswa), terutama ketika ia bahkan dicantumkan sebagai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Jika demikian, dapat dikatakan bahwa melakukan penelitian merupakan salah satu tugas sakral, apa lagi jika aktivitas penelitian mahasiwa umumnya hanya dilaksanakan dan terfokus pada skripsi semata (kalo uda sering banget, entah deeh :D).
Apa karena pada dasarnya, penelitian di Indonesia memang merupakan suatu aktivitas yang kurang begitu dihargai, tidak begitu mendapat support dan reward yang layak. Kondisi yang sangat jauh berbeda dengan negara-negara lain, terutama Negara-negara maju. Saya rasa semua orang juga tahu, bahwa penelitian di luar negeri merupakan suatu aktivitas yang sangat dihargai dan disupport luar biasa.
Di Indonesia, peneliti dan ilmuwan seolah kurang mendapat tempat. Sehingga tidak sedikit Ilmuwan dan peneliti Indonesia sampai harus ‘lari’ ke luar negeri demi memuaskan hasrat mereka terhadap aktivitas penelitian.
Anehnya, penelitian—bahkan yang paling sederhana sekalipun—merupakan suatu aktivitas yang akan memberikan kontribusi luar biasa terhadap perkembangan IPTEK yang pada akhirnya akan berdampak terhadap kemajuan dan perdaban suatu bangsa, bahkan seluruh umat manusia. Dapat dipastikan, bahwa manusia tidak akan bisa menikmati hidup dengan berbagai kemudahan tanpa adanya kontribusi dari penelitian
Oleh karenanya, tidak heran jika negara-negara maju dapat berkembang pesat di segala aspek, baik ekonomi, teknologi, sosial, politik, pendidikan, kesehatan, hukum, dll. Mereka adalah negara yang sangat menghargai para peneliti. Peneliti memberikan kontibusi yang tidak sedikit terhadap kemajuan negara. Sedangkan sebagian negara lainnya—mungkin termasuk Indonesia—hanya menjadi ‘pengekor’ dan penduplikasi atas apa yang telah dihasilkan oleh negara lain.
Yang lebih ironisnya adalah, ketika negara kita tercinta kurang menghargai para penelitinya. Sehingga para peneliti Indonesia yang berlarian ke luar negeri, justru menjadi orang-orang berprestasi yang menyumbangkan hasil penelitian mereka bagi keuntungan dan kemajuan negara lain. Jika tidak percaya, lihat saja di sini. Saya pribadi cukup geram melihatnya.
Sesungguhnya saya merasa wacana ini adalah wacana yang lumayan basi. Mengapa?? Saya yakin, semua dosen yang bertangung jawab terhadap mata kuliah Metode Penelitian dan mata kuliah lainnya yang berhubungan dengan penelitian, sudah lelah menyampaikan dan memberitahukan tentang betapa pentingnya penelitian itu, dengan harapan saat para mahasiswa kelak melakukan penelitian seperti skripsi atau tugas akhir (TA), mereka dapat menghasilkan skripsi yang berkualitas dengan menyumbangkan setidaknya suatu informasi penting terhadap suatu masalah tertentu yang telah mereka teliti.
Namun, seperti yang telah dinyatakan di awal. Lagi-lagi, skripsi hanyalah menjadi suatu ritual pra-kelulusan yang sepertinya tidak masalah jika dibuat dengan asal jadi atau asal ada. Padahal saya yakin, setiap orang pasti memiliki sedikitnya satu saja minat, rasa penasaran, rasa ingin tahu atau permasalahan yang mengganjal di suatu bidang tertentu yang layak untuk dicari jawabannya, dicari solusi, dikoreksi atau sekedar memberi informasi. Dari pada menghasilkan suatu penelitian yang kurang bermutu, mengapa tidak mencoba memecahkannya melalui skripsi? Minimal kita dapat memberikan kepuasan bathin bagi diri sendiri karena telah berhasil memecahkan dan mencari jawaban terhadap sesuatu yang kita anggap penting. Tidak harus penelitian yang rumit, cukup yang sederhana namun menarik.
Menurut Suharsimi Arikunto (2006:32), Ada 4 hal yang harus dipenuhi bagi terpilihnya masalah atau judul penelitian:
1. “Harus sesuai dengan minat peneliti”
2. Penelitian dapat dilaksanakan
3. Tersedia faktor pendukung
4. “Hasil penelitian bermanfaat”
Beliau menambahkan, meneliti adalah pekerjaan yang tidak mudah, membutuhakn tenaga, waktu dan biaya. Untuk apa kegiatan tersebut dilakukan jika menghasilkan sesuatu yang tidak bermanfaat. Kita meneliti bukan agar kita mahir meneliti, tapi karena ingin menyumbangkan hasilnya untuk kemajuan ilmu pengetahuan, meningkatkan efektivitas kerja atau mengembangkan sesuatu. Oleh karena itu, setiap peneliti, baik mahasiswa penyusun skripsi sudah harus siap dengan jawaban andaikan orang mengajukan pertanyaan, “Apakah manfaat penelitian anda?” (Suharsimi Arikunto, 2006:32).
Selamat meneliti!!
Percayalah kawan!! :D




Komentar
Posting Komentar